Minggu, 14 Februari 2010

Keliling Dunia bersama istri tercinta




Mencoba untuk menantang batas, dua petualang Jerman Jost Organista (36) dan istrinya Barbara Biggeman (35), memutuskan untuk melakukan apa yang banyak diimpikan semua orang. Mereka berangkat mengelilingi dunia dengan menggunakan mobil Toyota Land Cruiser four wheel drive pada bulan Agustus 2008 lalu. Mereka meninggalkan bisnisnya di bidang teknik elektro di Jerman, dan memulai perjalanan setelah melakukan penelitian intensif dan persiapan yang matang selama dua tahun.

“Kami harus menjalani berbagai jenis latihan dan harus meninggalkan semua kenyamanan saat semua orang sangat terbiasa untuk kembali ke rumah dan hidup normal,” kata mereka. Pasangan ini bahkan menggunakan uang pensiun dan asuransi untuk biaya perjalanan keliling dunia. Untuk mempersiapkan perjalanan menantang tersebut, mereka melengkapi diri dengan pengetahuan tentang pertahanan diri, pertolongan pertama, keterampilan mekanik dan pelatihan dalam menghadapi keadaan darurat.

Organista dan Biggemann juga mencari bantuan khusus dari lembaga medis di Essen untuk membantu mereka merancang sebuah alat pertolongan pertama yang berisi peralatan medis yang lengkap untuk di bawa di dalam mobil. Mereka dilatih secara khusus karena perjalanan mereka akan sangat sulit.

Untuk mobil yang digunakan, mereka melakukan berbagai modifikasi di beberapa bagian mobil. Hasil modifikasinya adalah mobil yang dilengkapi dengan tenda, tiga tanki diesel dengan total kapasitas sebesar 240 liter, 100 - liter tangki untuk menyimpan air minum, dapur, suku cadang, dan telepon satelit. Selain itu, mobil mereka juga dirancang untuk mampu menaklukkan medan off road. Keputusan mereka mengambil tantangan itu tidak disertai penyesalan. Mereka sudah yakin akan apa yang akan mereka lakukan.

Oganista dan istrinya adalah petualang sejati. Mereka saling mengisi antara satu dengan lainnya, Organista adalah istruktur paramotor dan paralayang. Mereka membawa mesin paramotor dan paralayang, guna mendukung mereka untuk dapat menikmati perjalanan keliling dunia. Di setiap Negara yang mereka kunjungi, mereka akan melakukan penerbangan untuk melakukan dokumentasi foto-foto melalui udara (aerial) untuk menikmati keindahan alam,

Setelah melewati sejumlah Negara, mereka masuk ke Indonesia melalui Sabah Serawak, Malaysia menuju Kalimantan. Sebelum tiba di Jakarta mereka telah melakukan perjalanan ke Bali, dan sekitar Jawa. Banyak tempat-tempat indah yang mereka kunjungi, namun mereka jarang melakukan penerbangan Paramotor karena terhambat kondisi cuaca hujan dan disertai angin kencang yang intensitasnya tinggi. Namun mereka tidak kecewa dengan kondisi tersebut, bagi mereka faktor keamanan adalah yang utama. Selain itu, bagi mereka menghargai alam sangat penting dan tidak boleh di langgar.

Tiba di Jakarta, Organista dan istrinya di sambut oleh teman lama mereka saat di Jerman yang juga seorang istruktur paramotor di Indonesia, Anwar Soeryomataram, Djoko Bisowarno Ketua PLGI (Perstauan Layang Gantung Indonesia), Ari Effendi Ketua Paramotor Indonesia, rekan-rekan pilot dari Paramotor Indonesia, dan Bucek Deep, artis yang juga pilot paralayang. Ketika di Jakarta, Organista berbagi kisah perjalanannya dan pengetahuannya tentang dunia terbang paramotor dan paralayang. Di Sekretariat FASI (Federasi Aero Sport Indonesia), dia juga memberikan pengarahan tentang peraturan dan keselamatan penerbangan paramotor.

Istri Organista Biggeman menceritakan pengalaman tinggal selama satu bulan dengan suku Aborigin Australia. Ia mengatakan bahwa ia terpesona dengan keramahan mereka dan segala aktivitasnya. Sebelum mereka berangkat ke gurun Australia, mereka di ingatkan bahwa pergi ke gurun Australia sangat berbahaya karena disana akan bertemu dengan suku-suku asli Aborigin yang kurang bersahabat dengan dunia luar . Ternyata apa yang diliat dan dirasakan tidak terbukti sama sekali. “Mereka bahkan mengatakan kepada kami jika kami akan kembali ke sana lagi, mereka akan memberikan kami sebuah rumah untuk tinggal”.

Dari pengalaman itu, Organista dan Biggerman menyimpulkan bahwa jangan langsung menerima mentah-mentah pendapat dari orang lain, tetapi orang harus mengalaminya sendiri, Organista dan Biggeman mereka melakukan perjalanan ini membawa pesan. “ Semua orang punya mimpi. Jika Anda memilikinya maka keluar dan lakukanlah tanpa membuat alasan”,

Selama berada di Indonesia, pasangan itu akan melanjutkan perjalanan ke wilayah Sumatera. Mereka berencana mengunjungi sejumlah wilayah bencana di Padang dan Aceh. Mereka sangat senang bisa tiba di Indonesia dengan beragam kebudayaan serta keindahan alamnya terlebih lagi selama ini mereka merasa di sambut dengan baik oleh masyarakat Indonesia.

Setelah dari Indonesia mereka akan melanjutkan perjalanan menuju Myanmar, Tibet, Nepal, India, dan akan kembali ke Jerman sekitar tahun 2011. “Perjalanan ini benar-benar memperluas visi kami akan keragaman dan keindahan dunia,” kata mereka kompak.

Sampai saat ini mereka telah menempuh jarak sekitar 50.000 km di dalam kendaraan mereka dan telah mengambil lebih dari 100.000 foto. Pasangan asalj Jerman ini akan terus berjalan dan berpetualang untuk terus mengambil momen-momen yang luar biasa sepanjang perjalanan.


Paralayang




Apa Itu Paralayang?

Olahraga paralayang adalah salah satu cabang olahraga terbang bebas. Paralayang dapat diartikan sebagai sebuah parasut yang dapat diterbangkan dan dapat mengangkat badan penerbang. Parasut atau pesawat ini lepas landas dan mendarat menggunakan kaki penerbang.

Olahraga paralayang lepas landas dari sebuah lereng bukit atau gunung dengan memanfaatkan angin. Angin yang dipergunakan sebagai sumber daya angkat yang menyebabkan parasut ini melayang tinggi di angkasa terdiri dari dua macam yaitu, angin naik yang menabrak lereng (dynamic lift) dan angin naik yang disebabkan karena thermal (thermal lift). Dengan memanfaatkan kedua sumber itu maka penerbang dapat terbang sangat tinggi dan mencapai jarak yang jauh. Yang menarik adalah bahwa semua yang dilakukan itu tanpa menggunakan mesin, hanya semata-mata memanfaatkan angin.

Peralatan paralayang sangat ringan, berat seluruh perlengkapannya (parasut, harness, parasut cadangan, helmet) sekitar 10 - 15 kg. Peralatan paralayang juga sangat praktis karena dapat dimasukkan ke dalam ransel yang dapat digendong di punggung. Olahraga Paralayang juga sangat kecil ketergantunganya dengan wahana lainnya.

Siapa Saja yang Boleh Terbang?

Siapa saja boleh ikut terbang, laki-laki atau perempuan, tua atau muda, asal sehat jasmani dan rohani, tidak mengidap penyakit jantung, dan epilepsi. Umur peminat yang disarankan adalah antara 14 s/d 60 tahun. Peminat yang berumur kurang dari 18 tahun harus mendapat restu dan ijin dari orangtua/wali.

Berbahayakah Paralayang?

Banyak yang masih menganggap bahwa olahraga paralayang itu berbahaya, benarkah demikian? Kita mengetahui bahwa semua olahraga mempunyai resiko, itu pasti. Naik sepeda di jalan raya pun mengandung unsur bahaya yang sangat besar, bukankah demikian? Di dalam melakukan olahraga, terutama olahraga alam bebas, resiko yang mungkin akan terjadi sangat tergantung dari bagaimana cara para pelaku itu melakukan kegiatannya. Demikian pula di dalam olahraga paralayang, jika kita melakukan dengan prosedur dan tata cara yang benar maka resiko yang akan terjadi pun akan sangat minimal. Jika anda baru bisa berjalan maka anda jangan berlari, begitu kata orang bijak. Dalam peningkatan kemampuan seorang penerbang paralayang harus dilakukan setahap demi setahap.

Apa Sih Kenikmatan dan Keasyikkan Terbang dengan Paralayang?

Menikmati udara bebas siapa yang tak suka? Olahraga paralayang adalah olahraga di alam bebas. Kalau anda pernah bermimpi jadi burung, maka terbang dengan paralayang adalah salah satu kenyataan yang dapat anda lakukan. Hanya dengan memanfaatkan angin anda dapat melayang-layang tinggi di angkasa luas dan merasakan desiran angin dalam kesunyian. Bayangkan saja, beberapa saat sebelumnya anda menginjak bumi namun beberapa saat kemudian anda sudah memandang bumi dari sisi lain, dari sebuah ketinggian di angkasa raya. Ini adalah sensasi lain yang tidak semua orang dapat melakukannya. Sensasi ini tentu saja berbeda dengan kehidupan sehari-hari anda. Ketika anda melayang di ketinggian secara tidak langsung anda akan lebih menghargai kehidupan anda dengan cara lain.

Ketika anda telah cukup mahir maka anda akan lebih menikmati penerbangan anda, ketrampilan yang anda punyai membuat anda lebih percaya diri. Kalau cuaca mendukung maka anda akan dapat terbang sesuai keinginan anda. Mau terbang tinggi, atau mau terbang jauh itu terserah anda. Berikutnya tentu anda sendiri yang akan merasakan bagaimana asyik dan nikmatnya terbang dengan paralayang.

Tetapi jangan begitu saja percaya dengan apa yang kami ungkapkan ini. Ini hanya sekadar ungkapan dengan kata-kata, benarkah demikian asyiknya dalam kenyataannya? Tidak ada cara lain untuk merasakan keasyikkan itu kecuali anda mencobanya untuk terbang sendiri. Jangan mau hanya mendengar dari orang lain, rasakan sendiri keasyikkannya.

Perlengkapan Apa Saja yang Dibutuhkan?

Perlengkapan utama dalam olahraga paralayang antara lain parasut utama dan cadangan, harness, dan helmet. Perlengkapan pendukung terbang yang diperlukan antara lain variometer, radio/HT, GPS, windmeter, peta lokasi terbang, dll. Sedang perlengkapan pakaian penerbang antara lain baju terbang/flight suit, sarung tangan, dan sepatu berleher tinggi/boot.
Jenis parasut yang dipergunakan sangat tergantung dari tingkat kemampuan penerbang dan berat penerbang. Setidak-tidaknya terdapat tiga jenis parasut paralayang yaitu, parasut untuk pemula, parasut untuk penerbang menengah, dan parasut untuk penerbang mahir. Ukuran parasut juga harus sesuai dengan berat penerbangnya. Ukuran yang tersedia antara lain XS, S, M, L serta LL untuk terbang berdua/tandem.

Di mana Saya Dapat Berlatih Paralayang?

Berlatihlah kepada orang yang tepat yaitu instruktur/pelatih paralayang yang bersertifikat dan diakui oleh organisasi paralayang di masing-masing negara. Di Indonesia, lisensi untuk pelatih paralayang dikeluarkan oleh Persatuan Olahraga Dirgantara Layang Gantung Indonesia – Federasi Aero Sport Indonesia / PLGI – FASI.

Pada umumnya pelatih-pelatih tersebut telah bergabung di klub atau klub pendidikan yang bernaung di bawah FASIDA di mana klub tersebut berada yang sudah tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Keuntungan anda berlatih dengan pelatih yang bersertifikat dan diakui oleh PLGI - PB FASI antara lain:
1. Pelatih telah memahami prosedur kepelatihan paralayang yang aman, sehingga akan menekan resiko dan mempercepat peningkatan kemampuan anda.
2. Memperoleh Kartu Santunan Kecelakaan Paralayang dengan jaminan maksimal sebesar Rp. 2.500.000,00. Santunan khusus untuk kecelakaan paralayang ini berlaku untuk kategori meninggal dan cacat tetap, keterangan lebih lengkap tanyakan pada instruktur anda.
3. Setelah selesai mengikuti pelatihan dasar dan dinyatakan lulus akan mendapatkan lisensi yang diakui PLGI PB FASI sesuai tingkatannya.